Patra Fuel 180 / HSFO 180 / MFO 180

Patra Fuel 180 / HSFO 180 / MFO 180

Patra Fuel 180 / HSFO 180 / MFO 180

Deskripsi Produk

Patra Fuel 180 (dikenal juga sebagai HSFO 180 / High Sulfur Fuel Oil 180 atau MFO 180 / Marine Fuel Oil 180) adalah bahan bakar minyak jenis distilat berat (heavy distillate/residual fuel oil) berwarna hitam pekat. Bahan bakar ini memiliki tingkat viskositas relatif tinggi (maksimal 180 cSt pada suhu 50°C) yang dirancang khusus untuk pembakaran pada mesin diesel putaran rendah (low-speed diesel engine < 300 rpm) dan sistem pemanasan industri.

Produk ini dipasarkan oleh Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga untuk memenuhi kebutuhan energi skala besar pada armada pelayaran (maritim), pembangkit listrik, dan sektor manufaktur/pabrik.

Kerangka Regulasi & Segmentasi Pasar

Pemanfaatan dan spesifikasi MFO 180 disesuaikan dengan regulasi industri serta aturan emisi maritim global dan nasional:

  • Sektor Industri & Pembangkit Listrik: Digunakan secara Business-to-Business (B2B) pada instalasi boiler, ketel uap, tanur pembakaran (kiln/furnace), dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang dilengkapi sistem pre-heating (pemanas awal bahan bakar).

  • Sektor Maritim & Regulasi IMO 2020: Untuk penggunaan di kapal pelayaran nasional maupun internasional, bahan bakar berkadar sulfur tinggi (HSFO) ini wajib dikombinasikan dengan sistem pembersih gas buang (scrubber) sesuai regulasi pembatasan emisi sulfur dari International Maritime Organization (IMO). Alternatifnya, kapal yang tidak memiliki scrubber dialihkan menggunakan Low Sulfur Fuel Oil (LSFO).

Spesifikasi & Standar Mutu

Memenuhi standar dan mutu (spesifikasi) bahan bakar minyak jenis Minyak Bakar (Fuel Oil) yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM RI (serta mengacu pada standar ISO 8217 untuk kategori RME 180 / RMG 180):

  • Aplikasi Utama: Mesin diesel kapal putaran rendah, boiler industri, tanur peleburan/pemanas, dan pembangkit listrik industri.

  • Keunggulan Utama: Memiliki kerapatan energi (calorific value) yang sangat tinggi dengan biaya operasional per unit energi yang ekonomis untuk sistem pembakaran kapasitas besar.